Pendidikan Akhlak Dalam Perspektif Hamka (Studi Q.S. Luqman Dalam Tafsir Al-Azhar)

Ritonga, Abdullah Sani (2018) Pendidikan Akhlak Dalam Perspektif Hamka (Studi Q.S. Luqman Dalam Tafsir Al-Azhar). Masters thesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Meddan.

[img]
Preview
Text
Tesis Abdullah Sani Ritonga.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Pendidikan Islam adalah pendidikan yang bersumber dari Alquran. Tafsir merupakan uraian ulama mengenai kandungan dan nilai Alquran. Berdasarkan dua hal tersebut, penelitian ini bertujuan mengeluarkan unsur-unsur mengenai pendidikan akhlak berdasarkan uraian Hamka dalam kitab yang berjudul Tafsir Al-Azhar. Unsur-unsur yang dimaksud adalah pengertian pendidikan akhlak, tujuannya, metode pelaksanaannya, sumber-sumber akhlak, materi pendidikan akhlak, dan komponen pendidikan akhlak. Melalui riset pustaka dan metode maudhū’i yang digagas oleh Syaikh Mahmud Syaltut, ditemukan bahwa pengertian pendidikan akhlak menurut Hamka adalah pendidikan yang mengarahkan akhlak manusia kepada akidah yang benar, sikap yang benar, cara mengasuh yang benar, senantiasa berbuat baik yang benar, dan beradab dan sopan santun yang benar. Tujuan pendidikan akhlak adalah mengarahkan akhlak peserta didik kepada yang tersebut dalam pengertian. Metode pelaksanaannya adalah ceramah, demonstrasi, dan keteladanan. Sumber-sumber akhlak yaitu dari Allah, panduan Rasulullah, dan sikap masyarakat di sekeliling peserta didik. Materi pendidikan akhlak adalah jangan syirik, shalat, sabar, ikut Prosedur, menghormati orang tua bila orang tua menyeru kepada kebenaran, mempergauli orang tua sepatutnya jika orang menyeru kepada kemusyrikan, amar ma’ruf nahi mungkar, jangan berpaling muka ketika berbicara, jangan sombong dalam berperilaku, jangan berbangga-bangga diri dalam kehidupan, sederhana dalam berjalan dan lunak dalam berbicara sesuai konteksnya. Adapun komponen pendidikan akhlak terdiri dari pendidik, peserta didik dan evaluasi pendidikan. Dalam penelitian ini diuraikan juga mengenai relevansi pendidikan akhlak dalam perspektif Hamka terhadap pendidikan masa kini, khususnya pendidikan karakter. Ditemukan bahwa ada relevansi yang nyata antara pendidikan akhlak dan pendidikan karakter. Relevansinya terdapat dalam pengertian dan tujuannya untuk menghasilkan peserta didik yang baik, dengan definisi baik yang berbeda antara keduanya: baik menurut pendidikan akhlak adalah baik dalam tinjauan agama, sedangkan baik menurut pendidikan karakter adalah baik dalam tinjauan pancasila sebagai asas negara. Begitu pula dalam unsur-unsur lainnya. Dengan relevansi tersebut, disimpulkan bahwa sebenarnya tidak muncul pertentangan antara keduanya tetapi lebih kepada pendidikan akhlak melengkapi hal-hal yang belum dirumuskan oleh pendidikan karakter.

Jenis Item: Skripsi (Masters)
Subjects: 2X7 FILSAFAT DAN PERKEMBANGANNYA > 2X7.3 Pendidikan Islam > 2X7.31 Metode dan Sistem Pendidikan Islam
Divisions: Program Pasca Sarjana > Program Magister > Pendidikan Agama Islam
Pengguna yang mendeposit: Mrs Hildayati Raudah
Date Deposited: 21 Nov 2019 00:57
Last Modified: 21 Nov 2019 00:57
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/7313

Actions (login required)

View Item View Item