Penanaman Akhlak Menurut Ibnu Miskawayh (932-1030) Dan Al-Ghazali (1058-111)

Kahwash, Mourssi Abbas Mourssi Hassan (2020) Penanaman Akhlak Menurut Ibnu Miskawayh (932-1030) Dan Al-Ghazali (1058-111). Doctoral thesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

[img]
Preview
Text
DESERTASI MOURSSI ABBAS 2.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Salah satu misi utama agama Islam adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dengan misi itu manusia diharapkan menjadi makhluk yang bermoral, yakni mahkluk yang bertanggung jawab sepenuhnya atas segala perbuatan yang dipilihnya dengan sadar. Akhlak al Karimah yang diajarkan dalam Islam merupakan orientasi yang harus dipegang oleh setiap muslim. Pembinaan akhlak sangat terkait kepada dua unsur substansial dalam diri manusia yaitu jiwa dan jasmani. Tujuan penelitian ini adalah untuk: Mendeskripsikan bagaimana konsep pendidikan akhlak menurut Ibnu Miskawaih dan Al-Ghazali dalam penanaman Akhlak, dan untuk mengetahui bagaimana persamaan serta perbedaan pemikiran antara Ibnu Miskawaih dengan Al-Gazālī mengenai pendidikan akhlak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis. Dari penelitian yang telah dilakukan, penulis menemukan bahwa: (1) Pemikiran pendidikan akhlak Ibnu Miskawaih yaitu hakikat manusia terletak pada fakultas pikir (melalui otak), dan konsep akhlaknya yaitu doktrin jalan tengah sebagai dasar keutamaan akhlak, dimana yang menjadi ukurannya adalah akal dan syariat. Tujuan pendidikan akhlaknya bersifat sosial. Materi pendidikan akhlaknya meliputi; ilmu syariat, ilmu akhlak, dan ilmu akhlak. Metode pendidikan akhlaknya yaitu alami, pembiasaan, riyāḍah dan mujāhadah. Kewajiban mendidik anak pertama kali adalah orang tuanya. Pemikiran pendidikan akhlak Al-Gazālī adalah hakikat manusia terletak pada kekuatan pengetahuan (melalui hati), dan konsep akhlaknya yaitu doktrin jalan tengah sebagai dasar keutamaan akhlak, dimana yang menjadi ukuran akal dan syariat. Tujuan pendidikan akhlaknya bersifat individu. Materi pendidikan akhlaknya semua akhlak terpuji menurut syariat. Metode pendidikan akhlaknya yaitu melalui anugerah Ilahi dan kesempurnaan fiṭri, pembiasaan, riyāḍah dan mujāhadah. Menurutnya, orang tua adalah pendidik pertama kali bagi seorang anak. Kemudian, lingkungan dan unsur makanan maupun minuman akan mempengaruhi pembentukan akhlak seseorang. Secara keseluruhan pemikiran pendidikan akhlak Ibnu Miskawaih dan Al-Gazālī memiliki banyak kesamaan.

Jenis Item: Skripsi (Doctoral)
Subjects: 2X5 AKHLAK DAN TASAWUF
Divisions: Program Pasca Sarjana > Program Doktor > Disertasi Doktor
Pengguna yang mendeposit: Ms Novita Sari
Date Deposited: 28 Jul 2020 05:11
Last Modified: 28 Jul 2020 05:11
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/9123

Actions (login required)

View Item View Item