Batubara, Ali Mustomi (2020) Tinjauan Fiqh Muamalah Terhadap Bagi Hasil Dalam Sistem Musaqqah Antara Pemilik Kebun Karet dan Penggarap di Desa Ujung Gading Julu Kecamatan Simangambat Kabupaten Padang Lawas Utara. Skripsi thesis, UIN Sumatera Utara.
|
Text
ALI MUSTOMI BATUBARA.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
Abstract
Musaqqah yang berarti kerja sama antara pihak pemilik kebun dan petani penggarap dengan tujuan agar kebun itu dipelihara dan dirawat sehingga memberikan hasil yang maksimal. Kerjasama seperti ini juga dipraktekan oleh masyarakat di Desa Ujung Gading Julu Kecamatan Simangambat Kabupaten Padang Lawas Utara. Rumusan masalah dalam penilitian ini adalah bagaimana mekanisme bagi hasil antara pemilik kebun karet dengan penggarap di Desa Ujung Gading Julu?, bagaimana tinjauan Hukum Islam terhadap pelaksanaan musaqqah antara pemilik kebun karet dan penggarap di Desa Ujung Gading Julu? dan bagaimana analisis maqasyid as syari’ah terhadap bagi hasil dalam sistem musaqah antara pemilik kebun karet dengan penggarap di Desa Ujung Gading Julu?. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, sedangkan analisis data yang dipergunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa Sistem bagi hasil yang dilakukan di Desa Ujung Gading Julu dengan sistem kebiasaan di masyarakat, yaitu pemilik tanah menyediakan tanah dan menyediakan biaya yang diperlukan penggarap, dan penggarap hanya bermodalkan tenaga saja. Dari hasil pembagian kebun karet bagi 2(dua) penggarap kebun karet mendapatkan 40%(empat puluh persen) dari hasil panen, dan pemilik kebun karet mendapatkan 60%(enam puluh persen) dari hasil panen. Mekanisme bagi hasil antara pemilik kebun karet dengan penggarap di Desa Ujung Gading Julu Kecamatan Simangambat Kabupaten Padang Lawas Utara sudah memenuhi rukun dan syarat akad musaqqah sehingga akad tersebut menjadi sah atau boleh, karena adanya pemilik dan penggarap kebun, objek yang di musaqqah kan yaitu berupa dari hasil sadapan dari pohon karet tersebut, ijab dan qabul dinyatakan sebelum pohon karet tersebut memperoleh penghasilan dari penggarap. Analisis maqasyid as syari’ah terhadap bagi hasil dalam sistem musaqqah antara pemilik kebun karet dengan penggarap teralihat dengan adanya kerjasama yang terjalin antara pemilik kebun karet dan penggarap akan berdampak pada kesejahteraan baik pemilik kebun karet maupun penggarap kebun karet. Adanya kerjasama tersebut akan menambah penghasilan dari penggarap kebun karet sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan sandang, papan dan pangan.
| Jenis Item: | Skripsi (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bagi hasil, musaqqah, maqasyid as syari’ah |
| Subjects: | 2X4 FIQH > 2X4.2 Muamalah |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah > Skripsi |
| Pengguna yang mendeposit: | Mr Muhammad Aditya |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 01:34 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 01:34 |
| URI: | http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/26542 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]
["Plugin/Screen/EPrint/Box/Plumx:title" not defined]