Peran Datuk Mudo Sangkal Dalam Penyebaran Islam di Kampar 1909-1927

Deliskan, Rizaldi (2021) Peran Datuk Mudo Sangkal Dalam Penyebaran Islam di Kampar 1909-1927. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

[img] Text
COVER-1.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (357kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (324kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (333kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (481kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (150kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)

Abstract

Dalam penelitian skripsi berjudul Peran Datuk Mudo Sangkal Dalam Penyebaran Islam Di Kampar dengan tujuan mengetahui biografi, peran, dan cara/metode penyebaran islam yang dibawa oleh Datuk Mudo Sangkal menggunakan metode penelitian kualitatif yang dibantu dengan penelitian kajian pustaka sehingga dapat menemukan temuan terbaru sebagai berikut. Destinasi wisata yang populer di Provinsi Riau adalah Masjid Jami' Air Tiris. Sekitar 52 kilometer dari Pekanbaru, masjid ini terletak di Pasar Usang, Desa Tanjung Berulak, Air Tiris, Kabupaten Kampar. Masjid yang memiliki kekhasan tersendiri meski sedikit ke pedalaman dari jalan raya Pekanbaru- Bangkinang ini bisa dicapai langsung dengan kendaraan darat melewati jalan aspal mulus. Engku Mudo Sangkal, seorang ulama yang menggabungkan bakat ninik-mamak dan orang-orang jenius dari 20 desa di kanagarian Air Tiris, adalah penggerak berdirinya masjid ini pada tahun 1901. Panitia pembangunan "Ninik Mamak Nan Dua Belas" beranggotakan ninik-mamak dari seluruh dusun. Bersama keponakannya, mereka mengerjakannya, dan salah satu pengrajin yang membuat mimbar di Singapura berasal dari Trengganu, Malaysia. Masjid tersebut selesai dibangun pada tahun 1904, dan seluruh penduduk Air Tiris diresmikan dengan menyembelih 10 ekor kerbau. Desain masjid ini diduga merupakan perpaduan arsitektur Cina "Rumah Lentik" dan arsitektur Melayu Kampar. Masjid yang bahan utamanya terbuat dari kayu ini memiliki struktur utama berukuran 30 kali 40 meter, mihrab berukuran 7 kali 5 meter, menara setinggi 24 meter, dua mimbar, sebuah danau, dan tiga kolam air. Atapnya berbentuk limas tiga tingkat yang ditopang oleh tiang-tiang dan terbuat dari kayu, namun tetap memiliki tampilan yang sangat cantik. Selain itu, setiap basmallah dan dua baris syahadat diukir oleh Engku Mudo Sangkal pada dua tiang panjang masjid dan di depan mimbar. Ciri khas lainnya adalah konstruksi lidah dan pasak yang juga menggunakan kayu yang digunakan untuk merekatkan bahan bangunan sebagai pengganti paku besi. Area masjid yang rusak dipulihkan pada tahun 1971, memungkinkannya berdiri dengan indah dan menyambut banyak peziarah bahkan hingga hari ini.

Jenis Item: Skripsi (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Sejarah, Mesjid, Datuk Mudo Sangkal
Subjects: 2X9 SEJARAH ISLAM DAN BIOGRAFI
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Sejarah Peradaban Islam > Skripsi
Pengguna yang mendeposit: Ms Nurul Hidayah Siregar
Date Deposited: 17 Jul 2023 04:05
Last Modified: 17 Jul 2023 04:05
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/19997

Actions (login required)

View Item View Item