Komunikasi Penanaman Nilai-Nilai Budaya Melayu Pada Masyarakat Batak Toba Muslim Di Kota Tanjungbalai Sumatera Utara

Mailin, Mailin (2016) Komunikasi Penanaman Nilai-Nilai Budaya Melayu Pada Masyarakat Batak Toba Muslim Di Kota Tanjungbalai Sumatera Utara. Doctoral thesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Meddan.

[img]
Preview
Text
Disertasi-Mailin.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang berkaitan dengan sejarah kesultanan Asahan di kota Tanjungbalai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi penanaman nilai-nilai budaya Melayu pada masyarakat Batak Toba Muslim di kota Tanjungbalai. Tanjungbalai adalah salah satu kota di Sumatera Utara, yang dikenal memiliki adat budaya Melayu. Melayu sebagai kelompok budaya, mempunyai ciri-ciri: bertutur bahasa Melayu, beragama Islam, dan beradat istiadat Melayu. Nilai-nilai ini tumbuh dan berkembang serta diturunkan dari generasi ke generasi. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun bentuk penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian membuktikan bahwa proses masuk dan berkembangnya nilai-nilai budaya Melayu di kota Tanjungbalai, bermula dari kedatangan Sultan Aceh (Sultan Iskandar Muda) yang singgah sebentar salah satu Tanjung untuk beristirahat dalam perjalanan. Proses komunikasi penanaman nilai- nilai budaya Melayu pada etnis Batak Toba Muslim di kota Tanjungbalai ini kemudian dilanutkan pada masa pemerintah (Sultan Asahan (Putra kandung Sultan Iskandar Muda yaitu Sultan Abdul Jalil) yang memerintah di kota Tanjungbalai sebelum kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Sultan memerintahkan seluruh masyarakat yang hidup dibawah perlindungan sultan untuk berbudaya Melayu. Selain itu, tokoh agama (ulama) dan tokoh adat turut berperan dalam penanaman nilai budaya Melayu di Kota Tanjungbalai, khususnya pada etnis Batak Toba. Akulturasi budaya Melayu dan Batak Toba yang terjadi di kota Tanjungbalai ini, kemudian melahirkan budaya Melayu yang berbeda dengan Melayu di daerah lain. Melayu di kota Tanjungbalai memiliki sifat dan ciri khas yang cenderung keras seperti sifat masyarakat Batak Toba pada umumnya.

Jenis Item: Skripsi (Doctoral)
Subjects: 300 Social sciences > 380 Commerce, communications, transport > 384 Communications Telecommunication
Divisions: Program Pasca Sarjana > Program Doktor > Disertasi Doktor
Pengguna yang mendeposit: Mrs Hildayati Raudah
Date Deposited: 06 Dec 2019 08:51
Last Modified: 06 Dec 2019 08:51
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/7567

Actions (login required)

View Item View Item