Hoax Dalam Al-Qur’an

Ashshiddiqi, Muhammad Thaef (2019) Hoax Dalam Al-Qur’an. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

[img] Text
Skripsi Fix df.pdf

Download (632kB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Hoax dalam Al-Qur’an” diangkat menjadi penelitian ilmiah untuk menjelaskan tentang fenomena hoax yang marak terjadi di abad milenium ini, terlebih pada media sosial, telah meracuni pikiran dan membawa dampak negatif bagi masyarakat. Ditambah lagi, Indonesia menduduki peringkat ke enam sebagai negara dengan pengguna internet terbesar di dunia. Sayangnya, hal ini tidak diimbangi dengan sikap selektif masyarakat terhadap berita-berita yang diterima sehingga berita hoax semakin muda menyebar. Bahkan dengan alasan uang, terdapat kelompok-kelompok tertentu yeng secara sengaja “memproduksi” berita hoax. Melihat fenomena ini, umat Islam khususnya, membutuhkan solusi yang didasarkan pada ajaran Al-Qur’an. Sebab, sebagaimana yang telah menjadi perisip umum, bahwa Al-Qur’an, salih li kulli zaman wa makan. Kajian tafsir tematik ini menggunakan metode maudhui usungan Abu Hayy Al-Farmawi. Dimulai dari penetuan tema tertentu, menentukan ayat-ayat subtema yang hendak dibahas, pembahasan tentang kronologi ayat, asbabun nuzul ayat, dan dan munasabah aayat. Disertai dengan penafsiran-penafsiran yang menjelaskan ayat-ayat berkaitan, kemudian dilengkapi dengan hadis-hadis yang menguatkan apabila dibutuhkan. Kemudian pada pembahasan akhir penulis menambahkan solusi dari Al-Qur’an atas permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, guna memahamkan pembaca hasil dari penelitian ini. Adapun ayat-ayat yang diambil terdapat enam ayat, yaitu QS. Al-Hujurat ayat 6, Q.S Al-Ahzab ayat 30 dan 58, Q.S Al-Nur ayat 11 dan 12, dan Q.S Al-Nisa ayat 83. Hoax dalam Al-Qur’an direpresentasikan dengan istilah ifk, fasiq, munafiq, murjifun, dan tabayyun. Setelah melakukan pembacaan atas ayat-ayat yang berkaitan dengan istilah tersebut, disimpulkan berita hoax, dapat diminimalisir dengan cara berpikir kritis, memiliki kematangan emosi, melakukan tabayyun,dan memperluas wawasan. Selain itu, Al-Qur’an juga mengajarkan etika berkomunikasi yang baik, yaitu qaulan sadidan (tutur kata yang benar), qaulan baligan (perkataan yang baik yang membekas pada jiwa), qaulan layyinan (kata-kata yang lembut) qaulan kariman (kata-kata yang mulia), dan qaulan ma’rifun (perkataan yang baik) Sebagai muslim yang baik hendaknya selektif dan kritis dalam menanggapi berita-berita yeng tersebar di sosial media. Karena hal tersebut menentukan akan medapat dampak positif atau dampak negatif. Apabila mendapat dampak positif, maka sosial media akan menjadi sangat berguna bagi penerima dan penikmat berita-berita yang beredar. Sebaliknya, apabila mendapat dampak negatif, maka sosial media hanya akan menjadi penipu bisu baginya lantaran sosial media tidak bisa mengklarifikasi berita tanpa seseorang yang mencari kebenarannya sendiri.

Jenis Item: Skripsi (Skripsi)
Subjects: 2X1 AL QURAN DAN ILMU TERKAIT
2X1 AL QURAN DAN ILMU TERKAIT > 2X1.3 Tafsir Al-Quran
2X1 AL QURAN DAN ILMU TERKAIT > 2X1.3 Tafsir Al-Quran > 2X1.32 Menurut Ahli Sunah
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam > Ilmu Al-quran dan Tafsir > Skripsi
Pengguna yang mendeposit: Mrs. Triana Santi
Date Deposited: 21 Oct 2019 07:56
Last Modified: 21 Oct 2019 07:56
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/6847

Actions (login required)

View Item View Item