Pandangan Masyarakat Muslim Dan Buddha Terhadap Vihara Tua Di Kampung Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan

Harahap, Abdul Hakim (2018) Pandangan Masyarakat Muslim Dan Buddha Terhadap Vihara Tua Di Kampung Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Meddan.

[img]
Preview
Text
skripsi.pdf

Download (575kB) | Preview

Abstract

Dalam membangun rumah ibadah harus memiliki syarat-syarat ketentuan untuk mendirikan suatu rumah ibadah, antara lain adalah: Pertama, adanya prinsip persaudaraan pada diri umat beragama. Manusia adalah makhluk bersaudara,satu pencipta, satu asal keturunan dan satu tempat tinggal. Kedua, kesetaraan hubungan pemeluk agama satu dengan pemeluk agama yang lain harus di landasi prinsip kesetaraan. Tidak ada yang merasa lebih tinggi dari yang lain. Masing- masing memiliki kebenarannya sendiri sebagai bagian dari iman tampa menyalahkan dan menyesatkan yang lain. Ketiga, menonjolkan aspek persamaan dan mengendalikan aspek perbedaan. Masalah yang akan diteliti oleh penulis adalah bagaimana pandangan masyarakat Muslim terhadap berdirinya suatu Vihara dilingkungan mayoritas muslim dan masyarakat Buddha atau masyarakat tionghoanya tidak ada dilingkungan tersebut dan bagaimana pendapat masyarakat yang ada di desa itu, berdirinya suatu Vihara sedangkan penduduknya tidak ada dan bagaimana bisa Vihara berdiri tanpa ada masyarakatnya. Dan bagaimana hubungan masyarakat Muslim dengan Umat Buddha di Desa tersebut. Metode pendekatan yang dipakai adalah metode sosial yaitu berdasarkan interaksi sosial. Teknik penilisan didasarkan pada buku Panduan Penulisan Skripsi Fakultas Ushuluddin Uin Sumatera Utara Medan. Tujuan penelitian adalah sebagai bahan pengetahuan mengenai sejarah vihara, sebagai bahan pengetahuan untuk masyarakat umum, sebagai bahan pengetahuan mengenai pandangan masyarakat muslim terhadap vihara dan sebagai bahan pengetahuan mengenai hubungan umat Buddha dengan Masyarakat Muslim di Kampung Kolam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendirian rumah ibadah di Desa Kampung Kolam sudah berdiri selama 50 tahun yang lalu dan dulunya masyarakat umat Buddha banyak yang tinggal di desa itu tetapi setelah terjadinya peristiwa kerusuhan antara masyarakat Muslim dengan umat Buddha waktu itu maka banyak yang pindah dari desa tersebut dan sekarang yang ada tinggal di desa Kampung Kolam hanya ada sekitar 8 (delapan) orang itu pun hanya orang yang sudah tua atau lansia saja dan tinggalnya di dalam lingkungan Vihara, adapun yang datang untuk melaksanakan ibadah ke Vihara yang ada di desa Kampung Kolam adalah dari luar desa atau dari tempat lain. Pada tahun 1970 Vihara itu hanya milik pribadi tetapi banyaknya yang datang untuk melaksanakan ibadah ke Vihara tersebut maka di bukalah untuk umum masyarakat Buddha. Menurut Aci Atong salah satu umat Buddha menjelaskan bahwa Vihara Tua berdiri di atas lahan yang sudah dibeli. Alasan mengapa Vihara terus berkembang karena banyaknya umat Buddha yang beribadah di Vihara Tua tersebut. Berkembangnya Vihara tersebut karena tidak ada lagi bentrokan yang terjadi antara umat Buddha dengan masyarakat Muslim karena sudah didamaikan oleh pihak kepolisian dan tokoh-tokoh agama di Desa Kampung Kolam tersebut.

Jenis Item: Skripsi (Skripsi)
Subjects: 200 Religion > 204 Special topics
300 Social sciences > 302 Social intercd /ction
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam > Perbandingan Agama
Pengguna yang mendeposit: Mrs Hildayati Raudah
Date Deposited: 25 Mar 2019 09:28
Last Modified: 25 Mar 2019 09:28
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/5545

Actions (login required)

View Item View Item