Kebijakan Kepala Madrasah Pada Peningkatan Kemampuan Profesionalisme Guru Di Mts. S. Syahbuddin Mustafa Nauli Kec. Hulu Sihapas

Pohan, Ali Jusri (2014) Kebijakan Kepala Madrasah Pada Peningkatan Kemampuan Profesionalisme Guru Di Mts. S. Syahbuddin Mustafa Nauli Kec. Hulu Sihapas. Masters thesis, Pascasarjana UIN-SU.

[img]
Preview
Text
Cover .pdf

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (316kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (15kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I .pdf

Download (230kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II .pdf

Download (576kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III .pdf

Download (178kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (660kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (97kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (92kB) | Preview

Abstract

Pokok permasalahan penelitian ini adalah bagaimana kebijakan kepala madrasah pada peningkatan kemampuan profesionalisme guru di mts. s. syahbuddin mustafa nauli. kec. hulu sihapas. Aspek-aspek yang diteliti adalah perkembangan kemampuan profesionalisme guru, kebijakan kepala madrasah pada peningkatan kemampuan profesionalisme guru, serta efektifitas kebijakan kepala madrasah pada peningkatan kemampuan profesionalisme guru di MTs. S. Syahbuddin Mustafa Nauli. Berdasarkan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan profesionalisme guru, kebijakan kepala madrasah pada peningkatan kemampuan profesionalisme guru, serta efektifitas kebijakan kepala madrasah pada peningkatan kemampuan profesionalisme guru di MTs. S. Syahbuddin Mustafa Nauli. Penelitian ini dilaksanakan di MTs. S. Syahbuddin Mustafa Nauli kec. Hulu Sihapas. Sumber datanya adalah kepala madrasah, para guru, tata usaha, siswa dan dokumen-dokumen MTs. S. Syahbuddin Mustafa Nauli kec. Hul Sihapas. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif lapangan melalui pendekatan kualita. Tehnik pengumpulan data digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik penjamin keabsahan data dilakukan dengan beberapa kriteria yaitu kredibilitas, keteralihan, ketergantungan, serta kepastian. Sedangkan teknik analisis datanya dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Adapun Perkembangan Kemampuan prefesionalisme guru di di MTs. S Syahbuddin Musthofa Nauli terbilang baik bila dikaitkan dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana yang termuat di dalam Undang-Undang SIKDIKNAS Nomor 20 Tahun 2003 dan Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005 pasal 20 tentang guru dan dosen tentang Standar kompetensi guru. Ini dapat dilihat dari 30 jumlah guru 22 orang sudah S1, 1 orang sudah S2, 1 orang diploma III, dan 4 orang guru sedang masa kuliah. Bila dipersentasikan sekitar 80 % guru telah memenuhi standar kompetensi guru. Apabila dilihat dari bidang pendidikan guru hampir semua guru mengajar sesuai dengan keprofesionalan jurusan jenjang pendidikannya masing-masing (spesialisnya). Hanya 2 orang guru yang tidak mengajar sesuai dengan spesialisnya. Hal Ini disebabkan kurangnya guru pada bidang-bidang tersebut. Adapun kebijakan kepala sekolah terhadap peningkatan kemampuan profesionalisme guru di MTs. S Syahbuddin Musthofa Nauli dari segi makro tergolong cukup baik. Ini dapat dilihat dari dokumen yang ditulis oleh guru pendidikan umum berupa program tahunan, program semester, silabus dan RPP. Sedangkan untuk guru pendidikan Islam, para guru tidak membuat program-program pembelajaran tersebut. Ini disebabkan buku pendidikan agama yang dipakai di madrasah adalah kitab kuning, tidak adanya contoh susunan-susunan program pembelajaran untuk kitab kuning, pengetahuan guru yang minim dalam menyusun program pembelajaran dan materi/pembahasan pelajaran dalam kitab kuning lebih luas dibandingkan dengan isi buku pendidikan agama dari Depag. Kebijakan makro yang lain yaitu kepala madrasah menganjurkan para guru untuk megikuti seminar pendidikan, pelatihan, penataran, dan melanjutkan jenjang strata satu bagi guru yang belum sarjana. Kebijakan kepala madrasah dari segi mikro tergolong baik. Ini dapat dilihat dari kebijakan yang ditetapkan kepala sekolah yaitu: menyarankan kepada guru untuk megikuti seminar pendidikan, mengadakan diskusi, musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), rapat guru, studi kelompok antar guru, menggunakan laptop/media pembelajaran paling utama bagi guru sertifikasi, mengadakan evaluasi hasil belajar siswa satu kali satu bulan. Adapun kendala-kendala yang paling utama menurunkan semangat guru untuk meningkatkan kompetensinya dalam mengajar yaitu kebijakan kepala madrasah tentang para guru dilarang untuk memberikan hukuman kepada siswa, hanya kepala madrasah yang boleh memberikan hukuman. Akibat dari kebijakan tersebut, para siswa kurang beradab kepada guru. Sedangkan keefektifan kebijakan kepala madrasah menurut peneliti belum sepenuhnya berhasil. Hal ini sesuai dengan pengamatan peneliti waktu dilapangan bahwa guru-guru sering menganggap kebijakan-kebijakan kepala madrasah hanya sekedar kebijakan saja. Ini disebabkan kepala madrasah terlalu optimis terhadap diri sendiri tanpa menerima pedapat atau ide-ide dari dewan guru. Selain dari itu, penyebab kurang efektifnya kebijakan kepala madrasah: banyaknya tugas yang diemban kepala madrasah, kurangnya kepercayaan kepala madrasah kepada guru, kurang memadainya sarana dan prasarana yang mendukung, bertolak belakangnya konsep pemikiran guru dengan kepala madrasah, berkurangnya kesehatan kepala madrasah, wafatnya tangan kanan kepala madrasah yang ikut mengontrol dan mengawasi perkembangan madrasah, serta kurangnya guru pembina di lingkungan asrama siswa.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 2X7 FILSAFAT DAN PERKEMBANGANNYA > 2X7.3 Pendidikan Islam
2X7 FILSAFAT DAN PERKEMBANGANNYA > 2X7.3 Pendidikan Islam > 2X7.33 Tingkat stanawiyah dan ‘aliyah
Divisions: Thesis Master
Depositing User: Mr. Imran Benawi
Date Deposited: 11 Apr 2016 05:01
Last Modified: 11 Apr 2016 09:26
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/430

Actions (login required)

View Item View Item