Hukum Menshalatkan Jenazah Orang Yang Bunuh Diri Menurut Mazhab Syafi’i (Studi Kasus Desa Pantai Gading Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat)

Sahrial, Sahrial (2017) Hukum Menshalatkan Jenazah Orang Yang Bunuh Diri Menurut Mazhab Syafi’i (Studi Kasus Desa Pantai Gading Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sumatea Utara Medan.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI SAHRIAL.pdf

Download (890kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang kewajiban melaksanakan shalat jenazah bagi mayit yang bunuh diri, karena dalam permasalahan hukum menshalatkan jenazah hukum nya wajib. Apabila tidak seorang pun yang menshalatkan jenazah maka satu Desa tersebut akan mendapat dosa karena tidak mengerjakan fardu kifayah itu. Namun berbeda pula yang terjadi di Desa Pantai Gading, ada sebagian masyarakat tidak menshalatkan jenazah karena mati bunuh diri. Ada seorang yang terkemuka berpendapat tidak perlu dishalatkan, karena ia telah melakukan dosa besar dan akan mendapat kemurkaan Allah SWT karena telah mendahului takdir nya. Padahal para ulama wajib menshalati jenazah bunuh diri, karena jenazah tersebut dalam keadaan Islam jadi dosa yang telah diperbuatnya itu semua urusannya dengan Allah semata. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Peelitian menggunakan data yang diperoleh dari riset dilapangan dan studi kepustakaan (observasi dan interview). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analisis dedukatif kualitatif. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa antara pendapat Mazhab Syafii dan fakta yang ada dimasyarakat bertentangan. Karena seharusnya jenazah bunuh diri dilakukan seperti jenazah yang mati tidak karena bunuh diri. Adapun faktor-faktor pelaksanaan shalat jenazah bunuh diri, karena masyarakat kurang mengetahui hukum tentang shalat jenazah bunuh diri, dan diberi perbandingan yang sangat masuk akal( mati karena medahului takdir Allah, telah melakukan dosa besar ). Saran untuk pemerintah Desa agar sering mengadakan pengajian, supaya masyarakat tidak buta hukum dan ilmu pengetahuan. Dan kepada mubaligh kiranya dapat memberi tausiyah yang berisikan suasana kehidupan yang nyata, seperti tatacara shalat, hukum-hukum fiqih lainya.

Jenis Item: Skripsi (Skripsi)
Subjects: 2X4 FIQH > 2X4.1 Ibadah > 2X4.12 Shalat > 2X4.129 Aspek shalat lainnya
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwalus Syakhsiyah
Pengguna yang mendeposit: Mrs Hildayati Raudah
Date Deposited: 25 Jul 2018 09:47
Last Modified: 25 Jul 2018 09:47
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/3798

Actions (login required)

View Item View Item