HUKUM AKAD IJARAH (SEWA-MENYEWA) TERHADAP TANAH YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBUAT BATU BATA MENURUT WAHBAH AZ-ZUHAILI (Studi Kasus di Desa Hutalombang Lubis Kecamatan Panyabungan)

Muniroh, Muniroh (2017) HUKUM AKAD IJARAH (SEWA-MENYEWA) TERHADAP TANAH YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBUAT BATU BATA MENURUT WAHBAH AZ-ZUHAILI (Studi Kasus di Desa Hutalombang Lubis Kecamatan Panyabungan). Skripsi thesis, Fakultas Syariah dan Hukum UIN SU.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI_MUNIROH_Muamalah_A.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini berjudul tentang HUKUM AKAD IJARAH (SEWA-MENYEWA) TERHADAP TANAH YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBUAT BATU BATA MENURUT WAHBAH AZ-ZUHAILI (Studi Kasus di Desa Hutalombang Lubis Kecamatan Panyabungan). Adapun permasalahan dalam penelitian ini yaitu membahas tentang masalah yang terjadi di Desa Hutalombang Lubis Kecamatan Panyabungan di mana masyarakat melakukan penyewaan tanah yang diambil tanahnya untuk memproduksi batu bata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah masyarakat di Desa Hutalombang Lubis Kecamatan Panyabungan sudah menggunakan konsep ij±rah menurut Wahbah Az-Zuhaili yang sebenarnya. Kegunaannya sebagai bahan masukan bagi pihak-pihak yang menjalankan akad ij±rah terhadap tanah tersebut. Penulis mempunyai hipotesis bahwa pelaksanaan akad ij±rah terhadap tanah untuk membuat batu bata yang di Desa Hutalombang Lubis tidak sesuai menurut Wahbah Az-Zuhaili. Untuk mengetahui jawaban dari permasalahan di atas, studi ini diarahkan pada penelitian yuridis empiris, yaitu permasalahan yang dikaji atas materi hukum atau peraturan-peraturan yang ada dikaitkan dengan materi penelitian kepustakaan untuk memperoleh data skunder dan penelitian lapangan (Field Research) yaitu informasi dan data yang diperoleh dengan melakukan penelitian langsung ke lapangan yang berlokasi di desa Hutalombang Lubis Kecamatan Panyabungan. Untuk melengkapi agar permasalahan ini dapat terselesaikan dengan jawaban yang valid, digunakanlah instrumen pengumpulan data yaitu dengan cara wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan penulis dilapangan, banyaknya pengusaha batu bata di Desa Hutalombang Lubis yang tidak memiliki lahan sendiri sehingga masyarakat desa Hutalombang Lubis menyewa tanah kepada pihak lain. Ada 16 orang yang menyewa tanah yang digunakan untuk membuat batu bata. Dalam pelaksanaannya, tanah yang dijadikan objek ij±rah akan berkurang. Semakin banyak batu bata yang dihasilkan akan semakin banyak pula tanah yang diambil. Menurut Wahbah Az-Zuhaili ij±rah adalah jual beli manfaat (milik tidak sempurna) bukan jual beli barang. Jadi, pelaksanaan akad ij±rah yang di Desa Hutalombang Lubis tidak sah dan tidak sesuai dengan konsep Wahbah Az-Zuhaili. Menurut penulis akad dalam pembuatan batu bata ditukar menjadi akad jual beli, karena objek dalam akad jual beli berpindah hak kepemilikannya selamanya.

Jenis Item: Skripsi (Skripsi)
Subjects: 2X4 FIQH
2X4 FIQH > 2X4.2 Muamalah
2X4 FIQH > 2X4.2 Muamalah > 2X4.23 Perjanjian
2X4 FIQH > 2X4.2 Muamalah > 2X4.23 Perjanjian > 2X4.232 Tanah
2X4 FIQH > 2X4.2 Muamalah > 2X4.29 Aspek muamalat lainnya
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah
Pengguna yang mendeposit: muamalah satu
Date Deposited: 27 Oct 2017 04:32
Last Modified: 27 Oct 2017 04:32
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/2771

Actions (login required)

View Item View Item