Penguatan Kohesi Sosial Masyarakat Angkola Melalui Pendekatan Agama dan Budaya dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM

Harahap, Suheri and Hutahaean, Haposan (2026) Penguatan Kohesi Sosial Masyarakat Angkola Melalui Pendekatan Agama dan Budaya dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM. Studia Sosia Religia: Jurnal Studi Agama-Agama, 9 (2). pp. 92-102. ISSN e-ISSN: 2622-2019

[img] Text
document (1).pdf

Download (255kB)

Abstract

Artikel ini bertujuan mengetahui dan menganalisis penguatan kohesi masyarakat Angkola melalui Pendekatan Agama dan Budaya dalam Meningkatkan Daya saing UMKM. Penelitian ini menerapkan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sekunder, yaitu dokumen, laporan resmi, artikel ilmiah, dan data statistik dari berbagai lembaga pemerintah dan instansi terkait. Untuk mengumpulkan data, dilakukan analisis terhadap berbagai literatur dan publikasi yang relevan dengan tema peran usaha mikro dalam pembangunan ekonomi dan sosial di Angkola. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan cara mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasi informasi dari berbagai sumber agar bisa memahami kohesi sosial dan daya saing usaha mikro, pada masyarakat Angkola. Hasil penelitian diperoleh peran budaya dan agama dalam memperkuat kohesi sosial di masyarakat Angkola dapat dikenali melalui berbagai praktik dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya lokal Angkola memiliki peran yang sangat penting dalam usaha meningkatkan persatuan sosial. Tradisi seperti adat dalihan na tolu ini, yang menekankan nilai-nilai hubungan kekeluargaan dan saling menghormati, menjadi landasan bagi masyarakat dalam membangun interaksi sosial dalam menjalin hubungan sosial yang baik dan adil juga sebagai cara untuk menyelesaikan pertikaian dengan cara yang damai, sehingga persatuan sosial tetap terjaga. Pendekatan lain mencakup aspek budaya dan agama berupa tradisi mangitak dimana tradisi ini pada awalnya hanyalah sebuah makanan yang disiapkan khusus untuk acara adat, karena makanan ini memiliki makna yang sangat sakral bagi masyarakat dan Raja Batak pada waktu itu. Makanan ini hanya disajikan saat berlangsungnya acara tersebut. Proses pembuatan mangitak pada masa lalu harus melalui surat tumbaga hori, yang berarti surat yang tidak terlihat dikenal sebagai Parpokatan atau martahi, yang berarti diskusi, untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman. Oleh karena itu, penguatan kohesi sosial melalui budaya dan agama dalam meningkatkan daya saing UMKM dimana Usaha kecil berfungsi sebagai sarana pemberdayaan dan penguatan hubungan sosial antar anggota masyarakat.

Jenis Item: Artikel
Uncontrolled Keywords: Kohesi Sosial, Pendekatan Budaya, Agama, Daya Saing UMKM
Subjects: 300 Social sciences > 302 Social intercd /ction
Divisions: Artikel (Jurnal, Koran, Majalah)
Pengguna yang mendeposit: Ms Habiba Nur Maulida
Date Deposited: 28 Jul 2026 09:00
Last Modified: 28 Jul 2026 09:00
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/26675

Actions (login required)

View Item View Item