Potensi Rekayasa Sosial Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Pada Komunitas Petani Kelapa di Indonesia

Desky, Ahmed Fernanda and Yasmin, Nabila (2025) Potensi Rekayasa Sosial Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Pada Komunitas Petani Kelapa di Indonesia. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

[img] Text
Laporan Penelitian Final Repo.pdf

Download (632kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi rekayasa sosial berbasis pemberdayaan masyarakat serta keberlanjutan usaha pertanian kelapa rakyat dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga petani kelapa di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian ini berjumlah tiga belas orang yang terdiri dari petani kelapa sebagai aktor utama, pengurus kelembagaan (kelompok tani/koperasi/penyuluh), pelaku rantai nilai (tengkulak, pedagang, UMKM), pemerintah/NGO, serta tokoh adat atau agama. Lokasi penelitian terbagi atas tiga wilayah Provinsi tepatnya di Kabupaten Indragiri Hilir (Riau), Kabupaten Asahan (Sumatera Utara), dan Kota Sabang dan Kabupaten Aceh Besar (Aceh). Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara interaktif melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memahami dinamika sosialekonomi komunitas petani kelapa di masing-masing wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekayasa sosial dapat diimplementasikan secara efektif melalui mekanisme pemberdayaan masyarakat yang partisipatif dan kontekstual. Dalam perspektif sosiologis, peneliti meminjam konsep teori strukturasi Anthony Giddens, petani kelapa tidak hanya berperan sebagai objek pembangunan, tetapi juga sebagai agen sosial yang memiliki kemampuan reflektif untuk menegosiasikan struktur ekonomi dan kebijakan yang membatasi ruang gerak mereka. Sementara itu, berdasarkan teori Pierre Bourdieu, praktik sosial petani kelapa dipengaruhi oleh habitus agraris, distribusi modal (ekonomi, sosial, dan budaya), serta posisi mereka dalam ranah produksi dan perdagangan hasil kelapa. Implementasi di Indragiri Hilir menonjol pada penguatan kelembagaan petani, di Asahan pada pengembangan ekonomi kolektif dan kemitraan usaha, sedangkan di Aceh pada inovasi teknologi dan keberlanjutan lingkungan. Secara keseluruhan, penerapan rekayasa sosial berbasis pemberdayaan masyarakat terbukti memperkuat dimensi ekonomi, sosial, dan ekologis pertanian kelapa rakyat, yang berimplikasi pada peningkatan pendapatan, penguatan solidaritas sosial, dan keberlanjutan usaha tani. Model ini berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga petani kelapa di Indonesia.

Jenis Item: Lainnya
Subjects: 300 Social sciences > 302 Social intercd /ction
Divisions: Laporan Penelitian (Research Report)
Pengguna yang mendeposit: Mrs Siti Masitah
Date Deposited: 17 Dec 2025 03:28
Last Modified: 17 Dec 2025 03:28
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/26216

Actions (login required)

View Item View Item