Hukum Menshalatkan Jenazah Muslim Yang Bunuh Diri(Studi Kompratif Pendapat Imam Abu Yusuf Al-Hanafi Dan Pendapat Imam Syihabuddin Ar-Ramli Asy-Syafi'i)

Habibie, Muhammad Cecha (2023) Hukum Menshalatkan Jenazah Muslim Yang Bunuh Diri(Studi Kompratif Pendapat Imam Abu Yusuf Al-Hanafi Dan Pendapat Imam Syihabuddin Ar-Ramli Asy-Syafi'i). Skripsi thesis, State Islamic University of North Sumatera.

[img] Text
Cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB_I.pdf

Download (475kB)
[img] Text
BAB_II.pdf

Download (497kB)
[img] Text
BAB_III.pdf

Download (406kB)
[img] Text
BAB_IV.pdf

Download (502kB)
[img] Text
BAB_V.pdf

Download (481kB)
[img] Text
Daftar_Pustaka.pdf

Download (349kB)

Abstract

Muhammad Cecha Habibie( 0202191016)“ Hukum Menshalatkan Jenazah Muslim yang Bunuh diri( Riset Komparatif Komentar Imam Abu Yusuf Al- Hanafi serta Komentar Imam Syihabuddin Ar- Ramli Asy- Syafi’ i)”. Program Riset Perbandingan Madzhab( PM) Fakultas Syari’ ah serta Hukum. Universitas Islam Negara Sumatera Utara Tahun 2023 Meter/ 1445 H. Salat jenazah( Arab:صالةالجنازة, Sholatu janazah) merupakan tipe shalat yang dicoba buat jenazah muslim. Tiap muslim yang wafat baik pria ataupun wanita harus dishalatkan oleh muslim yang masih hidup dengan status hukum fardu kifayah. Nabi Muhammad tidak sempat ingin menyalatkan jenazah yang wafat masih mempunyai utang serta orang wafat sehabis bunuh diri, namun harus disalatkan oleh umatnya ataupun warga universal. Skripsi ini bertujuan mengenali status hukum menshalatkan jenazah muslim yang bunuh diri bagi komentar Imam Abu Yusuf Al- Hanafi serta Komentar Imam Syihabuddin Ar- Ramli Asy�Syafi’ i. riset dalam kajian skripsi ini memakai tata cara riset Sosiologis Normatif yang bertabiat komparatif( riset hukum normatif) ialah riset yang dicoba dengan memakai bahan pustaka Library Research( kajian pustaka) ataupun informasi sekunder, tetapi bila dilihat dari sudut wujud nya riset ini merupakan riset perspektif ialah riset yang dimaksudkan buat memperoleh anjuran anjuran menimpa apa yang wajib dicoba buat menanggulangi permasalahan permasalahan tertentu. Tujuan dari riset skripsi ini merupakan mengenali pemikiran hukum menshalatkan jenazah muslim yang bunuh diri dalam perspektif Imam Abu Yusuf Al- Hanafi serta Imam Syihabuddin Ar- Ramli Asy- Syafi’ i. Ada pula Komentar yang relevan menimpa hukum menshalatkan jenazah muslim yang bunuh diri ialah: komentar Imam Abu Yusuf Al- Hanafi sebab seseorang muslim yang melaksanakan aksi bunuh diri maksudnya muslim tersebut sudah melaksanakan dosa besar sehingga menimbulkan muslim tersebut tidak terdapat pintu taubat menurutnya sebagaimana hadist yang jadi landasan dia merupakan hadist dari Jabir bin samurah yang mengatakan kalau kepada Nabi SAW dibawakan seseorang laki laki yang wafat sebab bunuh diri hingga Nabi tidak menshalatkannya. Ada pula sehabis penulis melaksanakan munaqosyah adillah terhadap dalil yang jadi landasan komentar Imam Abu Yusuf ini, penulis mengalami kalau hadist dari jabir bin samurah ini mempunyai sanad- sanad yang lebih kokoh daripada sanad- sanad hadist yang digunakan oleh Imam Syihabuddin Ar�Ramli Asy- Syafi’ i selaku dalil dari pendapatnya, sehingga bisa dimengerti muslim yang bunuh diri tidak boleh dishalatkan oleh para Imam serta kalangan muslimin pada biasanya serta kalaupun mau disholatkan hingga cuma disholatkan oleh keluarganya saja. disamping itu alibi Rasulullah tidak menshalatkan Jenazah muslim yang bunuh diri di dini perintah nya merupakan selaku peringatan supaya umat muslim tidak seenaknya melaksanakan aksi bunuh diri.

Jenis Item: Skripsi (Skripsi)
Subjects: 2X4 FIQH > 2X4.1 Ibadah > 2X4.12 Shalat > 2X4.121 Shalat wajib > 2X4.121 3 Shalat jenazah
2X4 FIQH > 2X4.8 Fikih dan berbagai paham > 2X4.83 Fiqh mazhab Syafi’i
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Mazhab > Skripsi
Pengguna yang mendeposit: Mrs. Khoirunnisa Wardah Rizkia Surbakti
Date Deposited: 06 Dec 2023 13:57
Last Modified: 02 Jan 2024 17:45
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/20860

Actions (login required)

View Item View Item