Model Komunikasi Islami Dinas Tenaga Kerja Dalam Memediasi Perselisihan Hubungan Industrial Antara Pengusaha dengan Buruh Di Kabupaten Mandailing Natal

Nasution, Kapsan Usman Utomo (2022) Model Komunikasi Islami Dinas Tenaga Kerja Dalam Memediasi Perselisihan Hubungan Industrial Antara Pengusaha dengan Buruh Di Kabupaten Mandailing Natal. Doctoral thesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

[img] Text
Cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (394kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (802kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (157kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (922kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (98kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf

Download (301kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model komunikasi Islami Dinas Tenaga Kerja dalam memediasi perselisihan hubungan industrial antara pengusaha dengan buruh di Kabupaten Mandailing Natal dan menganalisis penyelesaian perselisihan hubungan industrial antara pengusaha dengan buruh di Kabupaten Mandailing Natal oleh Dinas Tenaga Kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah Kasi Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mandailing Natal, Mediator Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara, Serikat Pekerja Kabupaten Mandailing Natal, dan Perusahaan-perusahaan di Kabupaten Mandailing Natal. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, ketekunan pengamatan serta triangulasi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa model komunikasi Islami yang digunakan oleh Dinas Tenaga Kerja adalah Al-mau’izah al-Hasanah, model komunikasi ini bersifat dua arah tetapi jika pada tahap pasca mediasi kedua belah pihak tidak mencapai kata sepakat maka proses komunikasi berhenti pada pengusaha dan buruh selaku komunikan dan hanya menghasilkan efek tanpa feedback. Saat mediator mengeluarkan anjuran maka proses komunikasi akan berlanjut pada tahapan yang berbeda dan dengan komunikator yang berbeda pula yakni Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Dan jika kata sepakat diambil oleh kedua belah pihak maka proses komunikasi dua arah akan terus berlanjut hingga dibuat Perjanjian Bersama (PB). Penyelesaian perselisihan hubungan industrial antara pengusaha dengan buruh di Kabupaten Mandailing Natal dilakukan melalui mediasi/wasatha dengan menggunakan komunikasi persuasif. Komunikasi persuasif memiliki dinamika aktif dimana antara mediator dengan pengusaha dan buruh tidak berjalan linier namun berjalan secara sirkuler yang sangat memperhatikan umpan balik/feedback pada konteks dan aktifitas si penerima pesan. Proses kegiatan komunikasi persuasif terjadi dengan saling mempengaruhi antara mediator dengan pengusaha dan buruh melalui interaksi dan interrelasi antarsesama.

Jenis Item: Skripsi (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Model Komunikasi, Komunikasi Islami, Dinas Tenaga Kerja, Hubungan Industrial
Subjects: 2X6 SOSIAL DAN BUDAYA
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Pengguna yang mendeposit: Ms Nurul Hidayah Siregar
Date Deposited: 24 Feb 2023 03:47
Last Modified: 24 Feb 2023 03:47
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/17736

Actions (login required)

View Item View Item