Peran Kepala Sekolah Sebagai Climator Dalam Mengembangkan Budaya Islami Di SMP IT Al-Washliyah 20 Medan

Siregar, Maya Rizky Utami Br. (2022) Peran Kepala Sekolah Sebagai Climator Dalam Mengembangkan Budaya Islami Di SMP IT Al-Washliyah 20 Medan. Jurnal Islami: Manajemen Pendidikan Islam & Humaniora, 2 (2). ISSN 2775-2364

[img] Text
8. MAYA RIZKI UTAMI BR SIREGAR.pdf

Download (390kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran kepala sekolah dalam mengembangkan budaya Islami di SMP IT Al-Washliyah 20 Medan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, teknik observasi, serta studi dokumentasi. Informan dari penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) Budaya Islami di SMP IT Al-Washliyah 20 Medan sudah sesuai karakteristik budaya islami. (2) Kepala sekolah dalam merencanakan pengembangan budaya islami di sekolah berdasarkan tata tertib sekolah dan visi misi sekolah yang telah dibuat, semua kegiatan-kegiatan islami yang di bentuk dalam pengelolaannya dilakukan melalui penciptaan suasana keagamaan di sekolah. Adapun dalam Pengorganisasian, kepala sekolah sepenuhnya memaksimalkan kompetensi guru. (3) Sosialisasi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya islami yaitu dengan masa pengenalan sekolah siswa-siswi baru melalui visi, misi sekolah dan tata tertib sekolah kemudian pada saat apel pagi setiap harinya, adapun pengawasan kepala sekolah terhadap warga sekolah yaitu setiap hari. (4) Evaluasi yang dilaksanakan kepala sekolah adalah evaluasi setiap minggu, setiap bulan, setiap tiga bulan sekali dengan guru-guru sekolah, setiap semester evaluasi dengan orang tua siswa, dan evaluasi tahunan dengan pihak dinas kementerian agama. (5) Faktor pendukung dalam mengembangkan budaya islami di SMP IT Al-Washliyah 20 Medan adalah dorongan yang kuat oleh kepala sekolah untuk menciptakan hal baru yang unggul yang bermanfaat untuk diri siswa-siswi di masa depannya, yaitu dengan program tahfizhil qur’an. Kemudian label AlJam’iyyatul Washliyah yang memang memberikan kesan sekolah yang bernuansa Islami, dorongan guru kepada siswa dan dari diri siswa sendiri. Adapun faktor penghambat adalah lingkungan anak di luar sekolah, penyalahgunaan hp, anak yang belum bisa baca al-quran, anak yang malas menghafal, kurangnya kesadaran diri guru dan siswa tentang berpakaian yang sesuai dengan budaya islami di sekolah dan orang tua yang kurang peduli terhadap aturan sekolah ataupun terhadap anak ketika di rumah. Dari temuan penelitiandapat disimpulkan bahwa pengembangan budaya Islami yang diterapkan di SMP IT Al-Washliyah 20 Medan dapat dikategorikan sudah cukup baik, meskipun belum maksimal dan masih terdapat ketidak sesuaian dengan yang diharapkan.

Jenis Item: Artikel
Subjects: 300 Social sciences > 370 Education > 371 School management; special education
Divisions: Artikel (Jurnal, Koran, Majalah)
Pengguna yang mendeposit: Ms Novita Sari
Date Deposited: 02 Jan 2023 05:41
Last Modified: 02 Jan 2023 05:41
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/16788

Actions (login required)

View Item View Item