Mekanisme Pelaksanaan Zakat Kopi di Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh

Darmawan, Darmawan (2012) Mekanisme Pelaksanaan Zakat Kopi di Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh. Masters thesis, Pascasarjana UIN-SU.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (20kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (92kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I .pdf

Download (239kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (239kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (348kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV .pdf

Download (447kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V .pdf

Download (108kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (16kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Salah satu obyek zakat dari hasil pertanian adalah tanaman kopi yang merupakan salah satu usaha pertanian yang banyak digeluti masyarakat di Provinsi Aceh. Dalam hasil keputusan kerja Majlis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Daerah Istimewa Aceh tentang zakat tanaman pada tahun 1974, dalam Pasal 3 menyatakan bahwa kopi merupakan salah satu tanaman yang Wajib mengeluarkan zakatnya. Namun pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara detil mengenai zakat kopi tersebut. Realitas ini masih dapat di temui di Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah yang rata-rata bermata pencaharian dari petani kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan zakat kopi dan ketentuan, mengetahui zakat kopi di Kecamatan Kebayakan serta mengetahui pandangan masyarakat Kebayakan terhadap zakat kopi dan kendala yang ditemui dalam mengeluarkan zakat kopi. Dalam pembahasan tesis ini. Penelitian ini adalah penelitian hukum empiris yaitu penelitian mengenai penerapan hukum di lapangan. Penelitian hukum empiris atau disebut juga penelitian hukum sosiologis atau penelitian lapangan yaitu penelitian hukum bertitik tolak dari data primer. Pengumpulan data primer diperoleh melalui penelitian lapangan dan pengumpulan data sekunder digunakan studi kepustakaan. Dari hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa zakat kopi menurut hukum Islam disamakan dengan jenis zakat biji-bijian yang termasuk golongan zakat tanaman. ‘ILLat atau alasan hukum wajibnya dikeluarkan zakat kopi adalah karena kopi termasuk ke dalam jenis zuruu’ dan tsimaar yang diwajibkan mengeluarkan zakatnya antara lain melalui firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 267 dan surat Al-An’am ayat 141 sebagaimana telah disebutkan di atas. Atas dasar ayat tersebut dan beberapa hadits yang shahih, keempat mazhab populer, kecuali sebagian mazhab Syafi’i berpendapat bahwa tsimaar yaitu semacam kopi. Oleh karena itu dikenakan zakat. Jadi zakat kopi adalah 5% senilai 55.000 dari 1 ton hasil panen zakat kopi. Zakat kopi wajib dikeluarkan apabila mencapai nisab dan waktu pembayaran zakatnya ketika musim panen. Zakat kopi di Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah, dalam realitanya tidak berjalan sebagaimana yang telah diatur menurut Qanun Provinsi Aceh Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan serta Pengelolaan zakat. Sebagian besar masyarakat di Kecamatan Kebayakan mengeluarkan zakat kopi dengan cara memberikan langsung kepada orang yang mereka anggap berhak dan pantas menerimanya. Salah satu kendala yang dihadapi dalam mengeluarkan zakat kopi di Kecamatan Kebayakan adalah kurangnya peraturan yang tepat dan disiplin untuk menyalurkan zakat kopi dari masyarakat kepada pihak amil zakat di daerah tersebut, sehingga masyarakat enggan atau kurang perhatian dalam menyalurkan zakatnya melalui pelaksanaan dan pengelolaan zakat dan lebih suka membagikan zakat kopinya secara langsung kepada kaum kerabatnya atau masyarakat yang di anggap lebih membutuhkannya sehingga dengan cara ini tidak ada pemerataan dalam pembagian zakat serta menurunnya tingkat pelaksanaan dalam pengelolaan zakat kopi.

Jenis Item: Skripsi (Masters)
Subjects: 2X4 FIQH > 2X4.1 Ibadah > 2X4.14 Zakat
Pengguna yang mendeposit: Mr. Imran Benawi
Date Deposited: 09 Feb 2016 09:19
Last Modified: 09 Feb 2016 09:19
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/162

Actions (login required)

View Item View Item