Peranan Raja Koser Maha Dalam Sejarah Perkembangan Islam di Pakpak Dairi

Harahap, M. Fadlan Rido (2011) Peranan Raja Koser Maha Dalam Sejarah Perkembangan Islam di Pakpak Dairi. Masters thesis, Pascasarja IAIN Sumatera Utara.

[img]
Preview
Text
cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (57kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar isi.pdf

Download (34kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (57kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (91kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (17kB) | Preview

Abstract

Raja Koser Maha adalah seorang Raja (1901) M yang berada di daerah Sidikalang Kab Dairi, beliaulah yang pertama sekali mengajarkan agama Islam di daerah tersebut yang pada waktu itu para masyarakat belum ada memeluk sesuatu agama apapun. Raja Koser Maha datang ke Aceh tahun 1908 M untuk belajar memperdalam ilmu agama Islam, karena pada waktu itu Aceh sudah lebih dahulu Islam dibandingkan kota Sidikalang. Setelah beberapa lama Raja Koser Maha dan beberapa kawan kembali ke Batu-batu untuk mengadakan dakwah Islam di daerah Pakpak dengan cara diam-diam dan sembunyi-sembunyi. Dakwah tersebut dapat diterima oleh sahabat dan keluarga-keluarga yang dekat dibeberapa tempat/kampung diantaranya kampong Kneppen, Kuta Delleng, Kuta Tengah, Pengkirisen, Kutantuang, Kuta Tanduk, Mbinara, Tuntung batu, Bintang dan lain-lain, terutama diKecamatan Silima Pungga-pungga. Raja Koser Maha (Pamahur) sejak tahun 1901 M telah mengembangkan agama Islam dengan jumlah pengikut diantara keluarganya sebanyak 60 orang dan pada tahun 1905 M telah mendirikan pesantren dan mesjid di Kuta Maha secara sederhana yang mengajarkan hukum Fiqih, Usuludin, dan Tasawuf serta pengajian al Qur`an. Pada tahun 1906-1907 M diadakan penghitanan massal di Lae Garut Siempat Nempu dan Parongil atas perintah Raja Koser Maha alias Pamahur tersebut. Dan semenjak itulah berkembang sedikit demi sedikit penganut agama Islam didaerah pakpak. Lambat laun berdirilah Mesjid, Musholah di seluruh Desa yang ada penduduknya beragama Islam dan begitu juga pembangunan Madrasah sudah ada didirikan dibeberapa tempat dengan swadaya dari masyarakat sehingga jaranglah pada waktu itu suatu rumah ibadah yang boleh dikatakan bagus. Peran Raja Koser maha yang paling penting dalam masuk dan berkembangnya Islam di Dairi adalah dengan cara pengIslaman keluarga kerajaan walaupun belum berkhitan yang disebabkan kondisi perjuangan melawan kompeni Belanda. Mereka dinamakan dengan Islam Pangir. Kemudian peran yang penting lagi adalah memanggil guru-guru agama serta ulama-ulama dari Sumatera Barat serta Aceh untuk mengajarkan pendidikan aqidah agama. Sifat Masyarakat Batak yang pada umumnya sulit menerima ajaran baru menjadikan alasan lambatnya perkembangan Islam di Dairi. Jauh lebih terbuka masyarakat Karo serta Aceh Singkil dan Kutacane yang berbatasan langsung dengan Dairi. Sehingga saat ini konsentrasi keagamaan khususnya Islam terpusat di Kabupaten Pak-pak Barat serta Kota Sidikalang. Kurangnya kader-kader Dakwah yang beroperasi di daerah Dairi menjadikan alasan tersendiri kurangnya minat masyarakat Pak-pak untuk memeluk agama Islam.

Jenis Item: Skripsi (Masters)
Subjects: 2X9 SEJARAH ISLAM DAN BIOGRAFI > 2X9.9 Aspek sejarah lainnya
Divisions: Program Pasca Sarjana > Program Magister > Thesis Master
Pengguna yang mendeposit: Mrs Hildayati Raudah
Date Deposited: 09 Feb 2016 08:57
Last Modified: 09 Feb 2016 08:57
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/161

Actions (login required)

View Item View Item