NILAI HISTORIS DALAM TIRKAH SEBAGAI PENUNDA PEMBAGIAN WARISAN (STUDI KASUS DI GAMPONG LENGKONG, KECAMATAN LANGSA BARO, ACEH TIMUR)

Irwan, Irwan and Nabila, Reihan NILAI HISTORIS DALAM TIRKAH SEBAGAI PENUNDA PEMBAGIAN WARISAN (STUDI KASUS DI GAMPONG LENGKONG, KECAMATAN LANGSA BARO, ACEH TIMUR). UIN Sumatera Utara Medan, Indonesia. (Tidak diterbitkan (Unpublished) )

[img] Text
Penelitian Irwan.pdf - Published Version

Download (796kB)

Abstract

Fokus penelitian ini adalah Seperti apa Penundaan pembagian warisan yang disebabkan mempertahankan nilai historis tirkah di Gampong Lengkong?Bagaimana pandangan pemuka Agama terhadap Penundaan tersebut?Bagaimana Hukum memperlambat pembagian warisan disebabkan mempertahankan nilai historis dalam konsep maslahat?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif atau penelitian lapangan (field research), yaitu suatu penelitian yang meneliti obyek lapangan untuk mendapatkan data dan gambaran yang jelas dan konkrit tentang hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang diteliti dengan menggunakan pendekatan sosial. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik Interview (dialog-wawancara), observasi, dan dokumentasi, dengan mengamati penerapan hukum waris masyarakat terkait dilanjutkan dengan analisa pola pembagiannya dengan kemaslahatan.Hasil penelitian ini menunjukkanpenerapan pembagian harta warisan yang dilakukan masyarakat di Gampong Lengkong dengan cara mempertahankan warisan dengan menjaga nilai historis. Ada kalangan yang enggan menjual harta warisan dan memilih mempertahankan nilai historis dari tirkah tersebut.Ada juga kalangan masyarakat yang menerapkan pembagian harta warisan berdasarkan musyawarah, ataupun bagi rata.Oleh karena itu, pandangan tokoh Agama di Gampong Lengkong, Kecamatan Langsa Baro bertolak belakang dengankebiasaan menahan pembagian harta warisan untuk mempertahankan nilai historis dan musyawarah atau bagi rata yang sebelunya tidak tau berapa bahagian masing-masing, karena hal ini memiliki banyak mudahratnya bagi masyarakat apalagi dengan salah satu pihak ahli waris yang ekonominya menengah kebawah. Dan ada pula yang sepakat dengan penerapan pembagian warisan diperlambat karena menjaga nilai historis dari harta warisan tersebut agar terjaga silaturahmi antar ahli waris dan keturunannya. Dalam konsep kemaslahatan bahwa memperlambat pembagian warisan banyak mengandung mudharat yang akan terjadi karena hak dari setiap ahli waris tidak mendapatkan hak nya. Dalam maqashid syar’iyah menyatakan “menolak segala bentuk kemudharatan lebih diutamakan daripada menarik manfaat”

Jenis Item: Lainnya
Subjects: 2X0 ISLAM (UMUM)
2X4 FIQH
Divisions: Laporan Penelitian (Research Report)
Pengguna yang mendeposit: Mr M. Iqbal Irham
Date Deposited: 12 Aug 2022 06:17
Last Modified: 12 Aug 2022 06:17
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/14998

Actions (login required)

View Item View Item