Analisis Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara Tahun 2016-2020: Studi Epidemiologi Spasio-Temporal

Simanjuntak, Saidah Fatimah Sari (2021) Analisis Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara Tahun 2016-2020: Studi Epidemiologi Spasio-Temporal. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

[img]
Preview
Text
Skripsi Saidah Fatimah Sari Simanjuntak (CETAK) _FKM UINSU-1.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang termasuk dalam kategori penyakit strategis prioritas di Indonesia. Tujuan dari peneltian ini untuk menggambarkan kasus gigitan hewan penular rabies dan pemetaan wilayah endemis rabies di Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2016-2020. Jenis penelitian ini adalah epidemiologi deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi ekologi, menggunakan sampel berupa laporan penemuan dan pengobatan kasus rabies di Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2016-2020. Analisis data dibuat menggunakan Peta Choropleth, kemudian dipetakan menggunakan software Quantum Geographic Information System (QGIS) Version 1.8 dan GeOda Version 1.18. Melalui software GeOda juga dilakukan analisis autokorelasi spasial menggunakan uji Moran‘s I dan uji LISA (Local Indicators of Spatial Autocorrelation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus GHPR mengalami kecenderungan meningkat sejak 2016-2020, dengan kasus lebih banyak terjadi pada laki-laki dan kelompok usia 1-10 tahun. Sejak 5 tahun terakhir, Kecamatan Pahae Jae merupakan wilayah dengan endemisitas tinggi kasus GHPR di Kabupaten Tapanuli Utara. Analisis dengan uji Moran‘s menunjukkan bahwa tidak ada autokorelasi spasial pada kasus GHPR di Kabupaten Tapanuli Utara selama 5 tahun terakhir dengan nilai Moran‘s I yang mendekati 0. Berdasarkan LISA significance map, pada tahun 2016, hanya terdapat 1 kecamatan yang memiliki autokorelasi spasial dengan kecamatan lain yang berdekatan. Pada tahun 2017, meningkat menjadi 3 kecamatan, pada tahun 2018 dan 2019, terdapat 2 kecamatan dan pada tahun 2020 hanya terdapat 1 kecamatan. Pemerintah diharapkan melaksanakan program pengendalian dan pencegahan rabies dengan memprioritaskan daerah dengan endemisitas tinggi seperti memberikan vaksinasi pada HPR, upaya pencegahan eliminasi HPR serta edukasi pada masyarakat tentang rabies.

Jenis Item: Skripsi (Skripsi)
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 610 Medical sciences Medicine
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat > Skripsi
Pengguna yang mendeposit: Ms Novita Sari
Date Deposited: 11 Jan 2022 04:53
Last Modified: 11 Jan 2022 04:53
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/12987

Actions (login required)

View Item View Item