Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Pasien di Rumah Sakit DR. H. Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi

Nst, Nurul Alisa Fajriyanti (2021) Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Pasien di Rumah Sakit DR. H. Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

[img]
Preview
Text
Skripsi Nurul Alisa Fajriyanti Nst-0102171045-FDK.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wawasan perawat tentang komunikasi terapeutik, untuk mengetahui proses komunikasi terapeutik yang diterapkan dan untuk mengetahui dampak komunikasi terapeutik tersebut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi yang diperoleh langsung dari sasaran penelitian maupun catatan dari sumber yang terkait dengan penelitian. Hasil penelitian ini, (1) Pengetahuan komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang secara langsung dilakukan perawat untuk pasien. Komunikasi terapeutik berguna untuk proses penyelenggara keperawatan yang dilakukan perawat, dimana pasien akan menceritakan bagaimana keluhan yang dirasakannya, menumbuhkan rasa percaya satu sama lain, membangun hubungan yang harmonis, dan lain sebagainya. (2) Proses komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat menggunakan sistem 3S yaitu senyum, sapa dan sentuhan. Senyuman perawat sendiri adalah bukti bahwa perawat ikhlas dan perhatian ketika melaksanakan asuhan keperawatan. Ketulusan dan perhatian yang tinggi dengan sendirinya akan mengurangi kecemasan pasien. Kemudian sentuhan dalam hal ini dimaksud adalah untuk menciptakan sebuah keakraban atau persahabatan yang intim. Sentuhan yang akrab akan memberi garansi akan berkualitas pelayanan keperawatan, hal ini dikarenakan dengan sentuhan yang akrab pasien sudah merasa terlindungi oleh perawat. (3) Hambatan yang terjadi dalam komunikasi terapeutik antara perawat dan pasien yaitu; faktor usia lanjut dari pasien dipengaruhi oleh kecepatan perawat saat berbicara, terlebih pasien lanjut usia yang memiliki gangguan pendengaran, apabila berbicara terlalu cepat, mereka tidak dapat membaca gerak bibir dan menangkap suara. Lalu bahasa daerah dan latar belakang budaya yang dibawa oleh pasien menyebabkan perawat tidak mengerti dengan bahasa pasien, terlebih lagi di rumah sakit tidak ada penerjemah, kemudian perawat dalam mengatasi hal ini adalah dengan memanggil keluarga pasien

Jenis Item: Skripsi (Skripsi)
Subjects: 300 Social sciences > 302 Social intercd /ction
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan Penyuluhan Islam > Skripsi
Pengguna yang mendeposit: Ms Nurul Hidayah Siregar
Date Deposited: 04 Jan 2022 08:32
Last Modified: 04 Jan 2022 08:32
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/12791

Actions (login required)

View Item View Item