Pandangan MUI Kota Medan Tentang Perlindungan Anak Terinfeksi HIV/AIDS (Study Kasus Medan Plus)

Hasibuan, Arif Setiawan (2021) Pandangan MUI Kota Medan Tentang Perlindungan Anak Terinfeksi HIV/AIDS (Study Kasus Medan Plus). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI ARIF SETIAWAN HASIBUAN ok.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini membahas tentang perlindungan anak terinfeksi HIV/AIDS untuk hidup, tumbuh berkembang, dan mendapatkan perlindungan dari tindakan diskriminasi dan kekerasasan berdasarkan amanat undang-undang Perlindungan Anak No. 35 tahun 2014. Dalam tata pelaksanaan perlindungan anak terinfeksi HIV/AIDS berdasarlan studi kasus di lembaga Medan Plus bahwa ada 139 anak di Kota Medan yang belum mendapatkan hak perlindungan seperti pendidikan, kesehatan dan perlindungan dari diskriminasi dan kekerasan. Fokus perlindungan anak terinfeksi HIV/AIDS ini belum secara komperhensif diatur oleh pemerintah daerah Kota Medan Seperti dibentuknya regulasi dan fasilitas untuk memenuhi hak-hak anak tersebut, begitu juga dengan pandangan tokoh ulama dan konsep Islam yang mengkaji lebih dalam terkait dengan perlindungan anak terinfeksi HIV/AIDS baik di Alqur‟an, Al-Hadist, Ijtihad Ulama. Penelitian ini dilatar belakangi oleh dua masalah yaitu: bagaimana pelaksanaan perlindungan anak terinfeksi HIV/AIDS di lembaga Medan Plus ? Kedua, bagaimana pandangan majelis ulama indonesia (MUI) Kota Medan tentang pelaksanaan perlindungan anak terinfeksi HIV/AIDS di lembaga Medan Plus ? Dalam menyelesaikan penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian, analisis dan wawancara langsung dilakukan terhadap Direktur, pendamping, psikiater Medan Plus. Wakil ketua, sekjen, MUI Kota Medan dan ketua Lembaga Advokasi umat Islam MUI Sumatera Utara, Direktur Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) Sumatera Utara dan Bendahara Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumatera Utara. Penulis menyimpulkan bahwasanya perlindungan anak terinfeksi HIV/AIDS belum diatur secara konkrit berdasarkan peraturan pemerintah daerah Kota Medan, begitu juga minimnya fasilitas kebutuhan khusus kepada anak-anak tersebut melalui pendidikan dan kesehatan yang baik. Kalau ditinaju dari Hukum Islam konsep perlindungan anak terinfeksi HIV/AIDS ini memang tidak diatur secara spesifik dalam Al-Quran dan Hadis maupun futusan Fatwa MUI Kota Medan sampai saat ini. Namun MUI Kota Medan berpendapat bahwa pada hakikatnya Islam sangat menghargai anak bahkan sejak anak-anak tersebut dalam kandungan, dilahirkan dan dibesarkan. Begitu juga Islam memandang anak-anak terinfeksi HIV/AIDS yang mesti dilindungi hak-haknya dengan baik dan Islam mengharamkan adanya diskriminasi dan kekerasan. Oleh karena itu, MUI Kota Medan sebagai lembaga keagamaan di Kota Medan mendukung Lembaga Medan dalam hal perlindungan anak terinfeksi HIV/AIDS yang memang menjadi tanggung jawab bersama baik Pemerintah, Masyarakat dan tokoh-totoh agama dalam memperbaiki stigma masyararakat dan pelayanan kebutuhan anak-anak tersebut

Jenis Item: Skripsi (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: MUI, Perlindungan Anak, HIV/AIDS, Medan
Subjects: 2X4 FIQH > 2X4.8 Fikih dan berbagai paham > 2X4.87 Fatwa ulama
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ahwal Syakhshiyyah > Skripsi
Pengguna yang mendeposit: Ms Nurul Hidayah Siregar
Date Deposited: 08 Jun 2021 06:55
Last Modified: 08 Jun 2021 06:55
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/11644

Actions (login required)

View Item View Item