Hukum Praktik Sistem Retur Yang Melanggar Kesepakatan Di Kalangan Pedagang Baju Perspektif Mazhab Syafi’i

Mangunsong, Cici Handayani (2020) Hukum Praktik Sistem Retur Yang Melanggar Kesepakatan Di Kalangan Pedagang Baju Perspektif Mazhab Syafi’i. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

[img] Text
SKRIPSI CICI PDF.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul Hukum Praktik Sistem Retur yang Melanggar Kesepakatan di Kalangan Pedagang Baju perspektif Mazhab Syafi’i (Studi Kasus di Pekan Jumat di Lubuk Palas Kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan). Permasalahan dalam skripsi ini adalah adanya ketidaksesuaian penerapan sistem retur antara penjual dan pembeli. Barang yang mengandung aib (cacat) yang tidak diterima. Pembeli komplain tetapi penjual tidak bisa menerima dan mengatakan pesanan yang dikirim dalam keadaan baik. Penjual sudah memberitahu dahulu bahwa barang yang dibeli tidak bisa dikembalikan kecuali ada perjanjian. Artinya harus ada perjanjian sebelumnya jika ada baju yang cacat atau rusak baru bisa diganti.Penjual dan pembeli setuju dengan perjanjian itu. Tetapi si penjual melanggar kesepakatan yang dibuat dengan tidak ingin meretur barang yang terdapat aib (cacat). Dari masalah diatas terdapat ketidaksesuaian dengan prinsip hukum Islam.Adapun rumusan masalah dari skripsi ini adalah mengenai praktik sistem retur yang dilakukan antara penjual dan pembeli, faktor-faktor yang mempengaruhi dan upaya penyelesaian terjadinya retur, dan analisis perspektif Mazhab Syafi’i tentang hukum retur yang dilakukan antara Penjual dan pembeli di Pekan Jumat di Lubuk Palas. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam skripsi ini adalah penelitian lapanganyang bersifat kualitatif. Tipe penelitiannya adalah yuridis empiris atau disebut dengan penelitian lapangan yaitu mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta apa yang terjadi dalam kenyataan masyarakat. Kesimpulan dari skripsi ini yang berjudul Hukum Praktik Sistem Retur yang Melanggar Kesepakatan di Kalangan Pedagang Baju Perspektif Mazhab Syafi’i adalah tidak sah karena jika ada cacat harus terlebih dahulu diberitahukan kepada calon pembeli. penjual harus mengganti barang yang ada cacatnya dengan barang yang baru. Sistem retur dibuat untuk mencapai kemaslahatan agar pihak pembeli dan penjual tidak merasa kecewa atau dirugikan. Karena hakikatnya jual beli harus saling menguntungkan bagi kedua belah pihak tanpa terkecuali. Adanya salah satu pihak yang melanggar kesepakatan didalam sistem retur yang terjadi antara penjual dan pembeli yang membuat fungsi sistem retur itu rusak.

Jenis Item: Skripsi (Skripsi)
Subjects: 2X4 FIQH > 2X4.2 Muamalah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah > Skripsi
Pengguna yang mendeposit: Ms Novita Sari
Date Deposited: 01 Jan 2021 11:13
Last Modified: 01 Jan 2021 11:13
URI: http://repository.uinsu.ac.id/id/eprint/10280

Actions (login required)

View Item View Item